AS Puncaki Pasar Pariwisata Filipina pada Awal 2026

Amerika Serikat telah melampaui Korea Selatan sebagai sumber pengunjung internasional terbesar bagi Filipina selama lima bulan pertama tahun 2026, menandai perubahan penting dalam lanskap pariwisata negara tersebut setelah bertahun-tahun didominasi oleh Korea.

Data yang dirilis Departemen Pariwisata (DOT) dan dikutip Philstar menunjukkan Filipina mencatat 531.859 pengunjung asal Amerika Serikat antara Januari hingga Mei. Korea Selatan menyusul dengan 501.789 kedatangan pada periode yang sama. Angka tersebut menunjukkan bahwa Amerika Serikat menyumbang 19,40 persen dari total kedatangan wisatawan mancanegara, sementara Korea Selatan menyumbang 18,31 persen.

Selama beberapa tahun, Korea Selatan secara konsisten menghasilkan jumlah pengunjung tertinggi ke Filipina. Namun angka-angka terbaru mencerminkan penurunan kedatangan wisatawan asal Korea yang terus berlanjut. Dari bulan Januari hingga Mei 2025, Korea Selatan mencatatkan 554.855 pengunjung, yang berarti kedatangan dari pasar tersebut turun sebesar 9,56 persen pada tahun 2026.

Sebagai perbandingan, kedatangan dari Amerika Serikat meningkat dari 496,742 pada periode yang sama tahun lalu, mewakili pertumbuhan sebesar 7,07 persen.

Penurunan Kedatangan Warga Korea Terus Berlanjut

Data pariwisata menunjukkan bahwa jumlah pengunjung Korea Selatan terus melemah menyusul kekhawatiran keamanan yang disampaikan oleh otoritas Korea.

Pada tahun 2025, Kedutaan Besar Republik Korea di Manila memperingatkan warganya tentang risiko terkait kejahatan di Filipina setelah beberapa insiden yang melibatkan warga negara Korea, termasuk perampokan, penculikan, dan pembunuhan. Kedutaan menyarankan warga Korea untuk membatasi pergerakan yang tidak perlu, terutama pada larut malam, dan tetap waspada.

Dampak dari kekhawatiran tersebut telah tercermin dalam statistik pariwisata. Kedatangan warga Korea Selatan menurun dari 149.964 pada Januari 2026 menjadi 131.535 pada Februari. Jumlahnya terus menurun menjadi 91.525 di bulan Maret, 67.803 di bulan April, dan 60.962 di bulan Mei.

Meskipun jumlah kedatangan dari Amerika Serikat melebihi jumlah kedatangan dari Korea selama tiga bulan berturut-turut, tahun 2026 menandai pertama kalinya Amerika Serikat menduduki posisi teratas ketika jumlah total kedatangan untuk keseluruhan periode tahun ini digabungkan.

Korea Selatan tetap menjadi pasar sumber pariwisata utama Filipina sepanjang tahun 2025 meskipun terjadi penurunan kedatangan sebesar 18,5 persen, dan mengakhiri tahun dengan 1.346.301 pengunjung.

Tiongkok Pulih Seiring Meningkatnya Jumlah Pengunjung

Laporan pariwisata terbaru juga menyoroti pertumbuhan baru dari Tiongkok daratan. Kedatangan pengunjung dari Tiongkok meningkat 62,8 persen tahun-ke-tahun menjadi 187.478, sehingga menjadikan pasar ini kembali menempati posisi keempat di antara sumber pariwisata utama Filipina.

Menurut catatan terbaru dari Maybank Securities, peningkatan tersebut menunjukkan bahwa langkah-langkah pemerintah yang dirancang untuk mendorong perjalanan mulai menunjukkan hasil. Perusahaan tersebut menunjuk pada inisiatif termasuk pengaturan masuk bebas visa dan perluasan program e-visa sebagai faktor yang mendukung pemulihan.

Meskipun ada kemajuan baru-baru ini, jumlah pariwisata Tiongkok sebelumnya dipengaruhi oleh kekhawatiran atas keselamatan pribadi serta ketegangan maritim antara Filipina dan Tiongkok.

DOT juga mencatat bahwa metodologi pelaporannya berubah pada bulan Maret. Kedatangan wisatawan kini diklasifikasikan berdasarkan tempat tinggal, bukan berdasarkan sistem kewarganegaraan yang digunakan sebelumnya.

Selain Amerika Serikat dan Korea Selatan, Jepang menduduki peringkat ketiga di antara pasar sumber, menyumbang 8,26 persen kedatangan. Tiongkok menyusul dengan 6,84 persen, sedangkan Kanada menyumbang 6,06 persen.

Pertumbuhan Pariwisata Secara Keseluruhan Tetap Positif

Filipina terus menarik lebih banyak pengunjung internasional secara keseluruhan selama lima bulan pertama tahun ini. Total kedatangan mencapai 2,741,117 dari Januari hingga Mei, mencerminkan peningkatan 7,51 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Sekretaris Pariwisata Dita Angara-Mathay mengatakan pemerintah bermaksud untuk memperkuat investasi terkait pariwisata dan kemitraan dengan perusahaan-perusahaan Amerika dan pemangku kepentingan industri dalam upaya mempertahankan permintaan dari pasar AS.

Angka-angka terbaru ini menggarisbawahi perubahan pola perjalanan di antara pasar-pasar utama Filipina. Pertumbuhan dari Amerika Serikat, dikombinasikan dengan penurunan kedatangan wisatawan asal Korea Selatan dan pulihnya pengunjung dari Tiongkok, telah mengubah peringkat pasar pariwisata terkemuka di negara tersebut selama bulan-bulan pembukaan tahun 2026.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Exit mobile version