Parlemen Mesir sedang mempersiapkan perubahan legislatif yang secara langsung akan mengkriminalisasi aplikasi taruhan online, sebagai bagian dari pembaruan yang lebih luas terhadap Undang-Undang Kejahatan Dunia Maya yang juga menargetkan pemerasan dunia maya dan penyebaran informasi yang salah secara online.
Usulan amandemen tersebut diperkirakan akan diajukan setelah Idul Adha, menurut pernyataan Ahmed Badawi, ketua Komite Komunikasi dan Teknologi Informasi DPR. Inisiatif ini merupakan bagian dari dorongan yang lebih luas untuk memperbarui undang-undang sebagai respons terhadap ekspansi digital yang pesat dan semakin besarnya pengaruh platform online.
Badawi menceritakan hal itu kepada Al-Shorouk kerangka hukum saat ini sudah menghukum aplikasi elektronik ilegal yang digunakan dalam kejahatan dunia mayanamun jangan secara eksplisit membahas layanan taruhan online. Revisi yang direncanakan bertujuan untuk menutup kesenjangan tersebut dengan memasukkan perjudian elektronik langsung ke dalam undang-undang dan menerapkan hukuman yang jauh lebih ketat.
Dalam kasus-kasus yang paling serius, khususnya yang terkait dengan kelompok kriminal terorganisir atau penipuan berskala besar, hukumannya bisa mencapai hukuman penjara seumur hidup, menurut diskusi parlemen yang dirujuk oleh tokoh-tokoh senior komite.
Memperluas cakupan penegakan kejahatan dunia maya
Rancangan perubahan tersebut tidak hanya mencakup perjudian, namun juga mencakup pelanggaran digital yang lebih luas. Anggota parlemen juga menargetkan pemerasan dunia maya dan penyebaran informasi palsu secara online. Pembaruan ini dimaksudkan untuk mencerminkan perubahan bagaimana platform digital digunakan dan disalahgunakan di pasar perjudian Mesir.
Menurut Egyptian Streets, Badawi mengatakan ketentuan yang diusulkan akan mencakup konten yang dirancang untuk menyebarkan narasi yang menyesatkan atau menciptakan apa yang ia sebut sebagai “iklim keputusasaan” di ruang publik. Berdasarkan revisi tersebut, individu yang menerbitkan atau membagikan materi tersebut dapat menghadapi hukuman pidana.
Upaya legislatif ini dilakukan di tengah perdebatan nasional yang sedang berlangsung mengenai peraturan internet, meningkatnya kasus penipuan online, masalah keamanan data, dan dampak media sosial terhadap pengguna muda.
Meskipun perjudian secara luas dilarang bagi warga negara Mesir berdasarkan undang-undang yang ada, undang-undang saat ini dirancang terutama untuk tempat fisik. KUH Perdata membatalkan kontrak perjudian, dan KUHP mengkriminalisasi aktivitas perjudian, dengan pengecualian terbatas bagi pengunjung asing di kasino hotel berlisensi.
Namun, penegakan hukum telah berjuang untuk mengimbangi perkembangan digital. Banyak pengguna terus mengakses platform taruhan luar negeri menggunakan jaringan pribadi virtual dan saluran pembayaran asing. Perangkat hukum yang ada tidak secara khusus menangani aplikasi taruhan online, sehingga menimbulkan tantangan peraturan bagi pihak berwenang.
Pihak berwenang juga menunjukkan kehadiran platform taruhan berbahasa Arab yang beroperasi dari yurisdiksi luar negeri sebagai kekhawatiran yang semakin besar, terutama ketika platform tersebut dipromosikan melalui media sosial dan pemasaran influencer.
Memblokir tindakan dan kampanye penegakan hukum
Sejalan dengan pekerjaan legislatif, pihak berwenang Mesir telah menerapkan kampanye pemblokiran teknis yang menargetkan layanan taruhan online. Otoritas Regulasi Telekomunikasi Nasional dan Dewan Tertinggi Regulasi Media telah berupaya membatasi akses ke sebagian besar aplikasi perjudian yang beroperasi di negara tersebut.
Beberapa perkiraan yang dikutip dalam diskusi parlemen menunjukkan bahwa sebagian besar platform tersebut telah menjadi sasaran melalui tindakan pemblokiran. Aplikasi tertentu, termasuk operator internasional terkenal, sebelumnya telah dihapus dari toko aplikasi besar karena adanya keluhan peraturan.
Anggota parlemen telah menekankan bahwa tujuannya bukan untuk membatasi layanan digital secara umum, namun juga menghilangkan platform yang dianggap berbahaya atau ilegal menurut hukum nasional. Tindakan penegakan hukum tambahan juga menargetkan platform serupa dalam beberapa tahun terakhir sebagai bagian dari upaya regulasi yang lebih luas.
Hukuman dan usulan struktur penegakan hukum
Proposal legislatif terpisah yang dibahas dalam komite parlemen memberikan indikasi potensi struktur hukuman yang sedang dipertimbangkan. Hal ini termasuk hukuman penjara dan denda finansial yang disesuaikan dengan keterlibatan, mulai dari perantara dan agen hingga operator platform dan fasilitator keuangan.
Berdasarkan proposal ini, individu yang membantu operasi taruhan dapat menghadapi hukuman penjara beberapa tahun dan denda yang besar, sementara mereka yang mengelola atau mengoperasikan platform dapat menerima hukuman yang lebih berat. Fasilitator pembayaran juga mungkin menghadapi hukuman penjara yang lebih pendek dan sanksi keuangan.
Meskipun pemerintah sedang mempersiapkan amandemennya sendiri dibandingkan mengadopsi rancangan undang-undang yang sudah ada, diskusi komite menunjukkan bahwa tingkat penegakan hukum yang serupa mungkin akan tercermin dalam versi final undang-undang tersebut.
Pihak berwenang juga diharapkan untuk menjawab pertanyaan yang belum terselesaikan seputar penggunaan jaringan pribadi virtual, perantara pembayaran, dan potensi tanggung jawab bagi pengguna yang mengakses layanan terbatas. Belum ada teks hukum resmi yang menjelaskan hal-hal ini.
Rancangan amandemen tersebut masih menunggu pengajuan resmi ke parlemen. Meskipun pernyataan sebelumnya menyatakan bahwa peraturan tersebut akan diperkenalkan setelah Idul Adha, namun belum ada jadwal resmi yang dikonfirmasi untuk diperdebatkan atau disetujui.

